5 HADIST TENTANG CIRI – CIRI MATI SYAHID
1.    Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda : "Orang-orang yang mati syahid itu ada lima macam, yaitu orang yang mati karena penyakit taun - yakni pes, orang yang mati karena penyakit perut, orang yang mati lemas - tenggelam dalam air, orang yang mati karena kerobohan - pohon, rumah dan Iain-Iain - dan orang yang mati syahid dalam peperangan fi-sabilillah." (Muttafaq 'alaih)

2.    Dari  Abu  Hurairah  r.a.  pula,  dari  Rasulullah  s.a.w. bersabda: "Apa sajakah yang engkau semua masukkan dalam hitungan orang-orang yang mati syahid di kalangan engkau semua itu? Para sahabat menjawab: "Ya Rasulullah, barangsiapa yang terbunuh dalam melakukan peperangan fi- sabilillah, maka ia adalah orang yang mati syahid." Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Kalau demikian cara penganggapannya, maka sesungguhnya orang-orang yang mati syahid di kalangan ummatku itu niscaya sedikit sekali." Mereka lalu bertanya: "Kalau demikian, maka siapa sajakah ya Rasulullah?" Beliau s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang terbunuh dalam melakukan peperangan fi-sabilillah, maka ia adalah orang yang mati syahid, juga  barangsiapa  yang  mati  dalam melakukan  peperangan  fi-sabilillah  -  sekalipun  tidak  terbunuh,  misalnya jatuh dari kudanya, maka iapun mati syahid. Demikian pula barangsiapa yang mati karena dihinggapi penyakit taun - yakni pes, maka itupun orang yang mati  syahid,  juga  barangsiapa  yang  mati  karena  dihinggapi  penyakit  perut, maka ia juga mati syahid dan orang yang lemas-mati tenggelam dalam air - itupun syahid." (Riwayat Muslim)

3.    Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang terbunuh  karena  membela  harta - yang menjadi miliknya, maka ia adalah syahid." (Muttafaq 'alaih)

4.    Dari  Abul-A'war  yaitu  Said  bin  Zaid  bin  'Amr  bin  Nufail,  salah seorang di antara sepuiuh orang yang disaksikan akan mem-peroleh syurga - yakni  bahwa  Nabi  s.a.w.  telah  menjelaskan  bahwa  mereka  itu  pasti  masuk syurga - radhiallahu anhum, katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa  yang  terbunuh  karena  membela  harta  -  yang  dimilikinya, maka ia adalah mati syahid, barangsiapa terbunuh karena membela darahnya yakni mempertahankan diri karena  hendak dibunuh oleh seseorang, maka ia juga mati syahid, barang- siapa yang terbunuh karena mempertahankan agamanya,   iapun    mati   syahid   dan   barangsiapa   yang   terbunuh   karena mempertahankan keluarganya - kehormatan mereka, maka ia juga mati syahid." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan  Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

5.    Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah s.a.w.,   lalu   berkata: "Ya   Rasulullah, bagaimanakah pendapat Tuan,jikalau ada seseorang datang hendak mengambil hartaku?" Beliau s.a.w. menjawab: "Jangan engkau berikan padanya." Orang    itu  bertanya: "Bagaimanakah  pendapat Tuan,  jikalau  ia menyerang saya?" Beliau menjawab: "Balaslah serangannya!" la bertanya lagi: "Bagaimanakah pendapat Tuan, jikalau ia berhasil membunuh saya?" Beliau s.a.w. menjawab: "Engkau mati  syahid."  la  bertanya  pula:  "Bagaimanakah  pendapat  Tuan  jikalau  saya dapat membunuhnya?" Beliau s.a.w. menjawab: "la masuk dalam neraka." (Riwayat Muslim)

    Dapat kita simpulkan bahwasannya orang yang mati syahid adalah orang yang meninggal karena berjuang didalam agama Allah dan senantiasa mendapatkan keluhuran dan kebahagiaan di ahiratnya  kelak. Kita harus menjunjung tinggi orang – orang yang mendapat predikat sebagai orang yang mati syahid dan mendoakan agar kita juga diberikan kebaikannya kelak. 

   
SYUKRON KATSIRON