1.    Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Bersahurlah engkau semua, karena
sesungguhnya di dalam sahur itu ada keberkahannya." (Muttafaq 'alaih)

2.    Dari Zaid bin Tsabit r.a., katanya: "Kita bersahur bersama Rasulullah s.a.w. kemudian kita berdiri untuk melakukan shalat -yakni shalat Subuh." Kepadanya ditanyakan: "Berapa jarak waktu antara keduanya itu?" Yakni antara selesainya sahur dengan berdirinya untuk shalat Subuh. la menjawab: "Sekira cukup membaca limapuluh ayat." (Muttafaq 'alaih)

3.    Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah s.a.vv. itu mempunyai dua  orang  juru  azan,  yaitu  Bilal  dan  Ibnu  Ummi Maktum. Rasulullah s.a.w.  bersabda: "Sesungguhnya  Bilal itu berazan di waktu masih malam yakni sebelum  menyingsingnya ajar sadik, maka makanlah dan minumlah engkau semua untuk bersahur sehingga Ibnu Ummi Maktum berazan - sebagai tanda  masuknya waktu Subuh." Ibnu  Umar  radhiallahu 'anhuma berkata: "Tidak ada jaraknya antara kedua orang  juru  azan  itu,  melainkan kalau  yang  ini turun  -yakni Bilal- lalu  yang  ini  - yakni  Ibnu  Ummi Maktum - naik."  Maksudnya jarak waktu antara keduanya itu tidak  terlalu lama. (Muttafaq 'alaih)

4.    Dari 'Amr  bin al-'Ash r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Pemisahan - yakni perbedaan antara puasa  kita dengan puasanya kaum  ahlulkitab -yakni kaum  Yahudi dan Nasrani - itu ialah adanya makan sahur." (Riwayat Muslim)

5.    Dari Sahl bin  Sa'ad r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tiada henti-hentinya orang-orang itu memperoleh kebaikan, selama mereka itu suka  menyegerakan berbuka." (Muttafaq 'alaih)

6.    Dari Abu 'Athiyah, katanya: "Saya  dan  Masruq masuk ke  tempat Aisyah  radhiallahu  'anha,   laiu   Masruq  berkata  padanya:  "Ada   dua orang   lelaki   dari   sahabat-sahabat  Rasulullah  s.a.w.   tidak     melalaikan kebaikan, yang seorang menyegerakan Maghrib dan berbuka, sedang yang lainnya mengakhirkan Maghrib dan berbuka."    Aisyah    lalu bertanya: "Siapakah yang menyegerakanMaghrib  dan berbuka?"  Masruq  menjawab: "Yaitu Abdullah yang dimaksudkan Abdullah    bin Mas'ud."    Aisyah radhiallahu'anha lalu berkata: "Demikian itulah yang dilakukan oleh Rasulullah s.a.w." (Riwayat Muslim)
7.    Dari Abu Hurairah r.a., pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Allah 'Azzawajalla berfirman - dalam Hadis qudsi: "Yang paling saya cintai di antara hamba-hambaKu ialah yang lebih menyegerakan berbukanya." Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.

8.    Dari   Umar   bin   al-Khaththab   r.a.,   katanya:   "Rasulullah   s.a.w. bersabda: "Apabila malam telah menghadap - yakni datang - dari sebelah ini-yakni dari sebelah timur- dan siang telah berlalu dari sebelah ini -  yakni sebelah barat, juga matahari  telah  terbenam,  maka  benar-benar  sudah  waktunyalah seseorang yang berpuasa itu berbuka," yakni jangan menunggu lama lagi. (Muttafaq 'alaih)

9.    Dari Abu Ibrahim yaitu Abdullah bin Abu Aufa radhiallahu 'anhuma, katanya:  "Kita  berjalan yakni  bepergian bersama  Rasulullah s.a.w. dan beliau s.a.w. berpuasa. Ketika matahari terbenam, lalu beliau bersabda kepada sebagian kaum yang mengikuti perjalanan itu: "Hai Fulan, turunlah lalu masaklah roti itu dengan air untuk kita." Orang itu berkata: "Andaikata sore hari nanti,tentunya lebih baik."Maksudnya: Oleh sebab tampak masih agak siang, maka alangkah baiknya kalau memasaknya itu menantikan agak sore sedikit. Beliau s.a.w. lalu bersabda lagi: "Turunlah laiu masaklah roti dengan air untuk kita." Orang itu berkata lagi: "Sesungguhnya hari ini masih siang bagi Tuan - guna berbuka." Beliau s.a.w. bersabda lagi: "Turunlah, lalu masaklah roti dengan air untuk kita." Yang  meriwayatkan  Hadis  ini  berkata:  "Orang  yang  disuruh  tadi  lalu turun,   kemudian   ia   memasak   roti   dengan   air   untuk   orang   banyak. Rasulullah s.a.w. lalu minum kemudian bersabda: "Apabila engkau semua telah melihat waktu malam datang dari sebelah sini -yakni  sebelah  timur,  maka benar-benar  sudah  waktunyalah  seseorang  yang  berpuasa  itu  berbuka." Beliau  bersabda  demikian  sambil  menunjuk  dengan  tangannya  ke  arah sebelah timur. (Muttafaq 'alaih)

10.    Dari  Salman  bin  'Amr  ad-Dhahabi  ash-Shahabi  r.a.  dari  Nabi s.a.w., sabdanya: "Jikalau seseorang di antara engkau semua berbuka,  maka hendaklah berbuka  atas kurma,  tetapi apabila  tidak menemukan kurma, maka hendaklah  berbuka  atas air, karena sesungguhnya air itu suci." Diriwayatkan  oleh   Imam-imam  Abu   Dawud   dan   Termidzi   dan Termidzi  mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

11.    Dari     Anas r.a.,  katanya: "Rasulullah s.a.w. itu  berbuka sebelumnya  melakukan shalat Maghrib atas beberapa  buah  kurma basah,  tetapi  apabila  tidak  ada  kurma  basah,  maka  berbuka  atas  kurma biasa, tetapi apabila tidak ada kurma, maka beliau s.a.w. minum  beberapa teguk air." Diriwayatkan oleh Imam-imam  Abu   Dawud   dan   Termidzi dan Termidzi  mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.



    SYUKRON KATSIRON