ADAB – ADAB YANG HARUS DIJAGA KETIKA MELAKUKAN SALAMAN DENGAN SESAMA MUSLIM
Assalamualaikum Wr. Wb.

Sahabatku yang dibanggakan oleh Allah SWT karena amaliahnya.
Manusia hidup didunia tidak lepas dari berbagai peristiwa kehidupan yang dapat menyebabkan kita menjadi angkuh bahkan sombong. Dampak dari adanya bujuk dan rayuan syetan yang terkutuk. Sehingga Allah SWT menganjurkan kita agar senantiasa bersalaman. Terlebih dengan sesama muslim. Mungkin dengan seperti itu kita akan senantiasa menjadi pribadi yang lebih ramah dan lemah lembut. Disini kita akan mempelajari bersama tentang adab – adab yang harus kita junjung tinggi dalam melakukan salaman dengan sesama muslim dalam menjalani kehidupan sehari – hari kita.

Hal ini senada dengan beberapa hadist Nabi Muhammad SAW yang antara lain :

•    Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. ber-sabda: "Orang yang berkendaraan supaya memberi salam kepada orang yang berjalan dan orang yang berjalan kepada orang yang duduk dan orang yang sedikit kepada orang yang banyak jumlahnya (Muttafaq 'alaih). Dalam riwayat Imam Bukhari disebutkan: "Dan orang kecil kepada orang tua."

•    Dari Abu Umamah yaitu Shudai bin 'Ajlan al-Bahili r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya seutama-utama manusia dengan Allah - yakni yang lebih berhak  mendekat  kepada  Allah  -  ialah  orang  yang  memulai  memberikan salam di kalangan mereka itu." Diriwayatkan  oleh  Imam  Abu  Dawud  dengan  isnad  yang  baik.  Ini  juga diriwayatkan oleh Imam Termidzi dari Abu Umamah pula, demikian riwayatnya:  Rasulullah  s.a.w.  ditanya:  "Ya  Rasulullah,  ada  dua  orang  yang saling bertemu muka, maka manakah di antara keduanya itu yang memulai bersalam." Beliau s.a.w. menjawab: "Ialah yang lebih utama di antara keduanya itu dengan Allah Ta'ala" maksudnya orang yang lebih mendekatkan dirinya kepada  Allah  dengan  mentaatiNya,  sebab  yang  memulai  itulah  yang  lebih dulu berzikirnya kepada Allah. Jadi lebih berhak untuk mendekatkan diri kepadaNya.

•    Dari Abu Hurairah r.a. dalam meriwayatkan Hadisnya orang yang berbuat buruk dalam    shalatnya, bahwasanya orang    itu datang lalu bersembahyang, kemudian datang lagi kepada Nabi s.a.w. terus ia memberi salam kepada beliau dan beliau menjawab salamnya, selanjutnya beliau bersabda: "Kembalilah bersembahyang lagi, sebab engkau tadi sebenarnya belum bersembahyang." Orang itu kembali lagi lalu bersembahyang, setelah itu datang lagi terus mengucapkan salam kepada Nabi s.a.w. sehingga ia melakukan sedemikian itu sampai tiga kali banyaknya. (Muttafaq 'alaih)

•    Dari Abu Hurairah r.a. pula dari Rasulullah s.a.w., sabdanya: "Apabila seseorang di antara engkau semua bertemu saudaranya - yakni sesama Muslim, maka hendaklah mengucapkan salam padanya. Jikalau antara keduanya itu terhalang  oleh  sebuah  pohon,  dinding  atau  batu  kemudian  bertemu  lagi dengan saudaranya itu, maka hendaklah bersalam pula sekali lagi." (Riwayat Abu Dawud)

•    . Dari Anas r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda kepada saya: "Hai anakku, jikalau engkau    masuk    ke tempat keluargamu, maka ucapkanlah salam. Kalau itu engkau lakukan,maka hal itu akan menyebabkan adanya keberkahan atas dirimu sendiri dan juga atas seluruh keluarga rumahmu." Diriwayatkan  oleh  Imam  Termidzi  dan  ia  mengatakan  bahwa  ini  adalah Hadis hasan shahih.

Selain itu juga disebutkan didalam Al- qur’an yaitu:

Allah Ta'ala berfirman:
"Maka apabila engkau semua memasuki rumah, ucapkanlah salam kepada dirimu sendiri sebagai penghormatan dari sisi Allah yang dlberkahi serta yang dianggap baik sekali," (an-Nur: 61)

Demikian yang bisa kita sampaikan. Semoga dapat memberikan kontribusi yang positif dalam kehidupan kita. Aamiin Yaa Robbal Alamiiin.


SYUKRON KATSIRON