Setiap usaha yang kita lakukan pasti akan memperoleh hasil terindah dalam hidup kita. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Senantiasa mengabdi untuk nusa dan bangsa. Memberikan dan mencurahkan segalanya.

Demi menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat kelak.
Menjadi guru berprestasi ??? mungkinkah kita bisa ?? pasti jawabannya sahabatku.
Bagaimana agar kita bisa seperti itu ???

1.    Melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)


Langkah bijak adalah membuat PTK jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan Lomba, atau paling tidak 3 bulan sebelumnya. Hal ini agar PTK yang Bapak/Ibu Guru buat dapat sempurna dan tidak membuat pusing kepala/jadi pemikiran kita, karena tidak selesai-selesai juga karena sering diubah-ubah melulu. Jadi, pembuatan PTK semakin cepat akan semakin baik tentunya.

Jangan lupa PTK yang sudah selesai dibuat disyahkan oleh Kepala Sekolah dan diketahui oleh Kepala UPT masing-masing. Bagaimana cara pembuatan PTK yang sesuai prosedur, silakan lihat artikel saya berjudul ” Rambu-rambu Penulisan PTK”.

Masalah yang akan diangkat dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah materi pembelajaran di kelas Bapak/Ibu guru yang menemui kendala, tingkat urgensinya tinggi, atau ingin diketahui tingkat efektifitas suatu metode, model atau media pembelajaran.

2.    Lakukanlah Presentasi PTK/Karya Inovatif ( Tes Unjuk Kerja)


Nah, setelah PTK selesai Bapak/Ibu Guru calon peserta guru berprestasi segera membuat bahan presentasi. Biasanya menggunakan Microsoft Powerpoint 2003.

Apabila menggunakan Powerpoint 2007 juga bisa tapi lebih pengalaman saya lebih enjoy/nyaman pembuatan dan pemakaian powerpoint 2003 karena penggunaan animasinya lengkap dan lebih mudah dan praktis.

Bahan presentasi tidak perlu terlalu panjang dan mendetail, tetapi secara garis besar saja. Hal ini karena waktu presentasi biasanya dibatasi hanya sekitar 10 sampai 15 menit saja. Bahan presentasi ditampilkan yang pokok-pokok saja tetapi sudah bisa menggambarkan isi dari keseluruhan PTK/Karya inovatif yang Bapak/Ibu guru buat.

3.    Membuat langkah bijak dalam pengajaran


Langkah awal yang bijak adalah segera mempelajari bagaimana menggunakan Microsoft Powerpoint 2003. Semakin lama memakai dan berlatih maka akan semakin mahir dan luwes (agar tidak kaku/canggung).

Akan menjadi bahan “guyon” nantinya jika peserta tidak menguasai penggunaan laptop dan powerpoint. Saat lomba seluruh peserta mempersiapkan seluruh materi presentasi beserta alat-alatnya secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Hal ini karena ada penilaian tentang “penggunaan media.”

Jadi ketika akan presentasi peserta wajib merangkai, membuat koneksi Laptop dan LCD proyektor secara mandiri.

 Jika peserta gagal membuat koneksi dan LCD proyektor sehingga tidak bisa menampilkan gambar/display, maka peserta mempresentasikan PTK/Karya Inovasinya tanpa menggunakan LCD proyektor tetapi dilakukan secara manual/ceramah biasa.

Hal ini tentu saja mengurangi penilaian. Selain justru mempersulit peserta dalam mempresentasikan. Sudah capek-capek membuat persiapan matang di rumah akhirnya gagal ditampilkan secara maksimal gara-gara koneksi laptop dan lcd proyektor terhambat.

Sayang kan? Maka di rumah berlatihlah merangkai koneksi antara laptop dan lcd proyektor terutama hubungan kabel-kabelnya, jangan sampai salah jalur.

4.    Membuat Portofolio


Pembuatan portofolio pemilihan guru berprestasi seperti pembuatan portofolio sertifikasi. Boleh tidak sama, tetapi secara garis besar memang hampir sama.

Prosedur dan cara pembuatan portofolio biasanya terlampir dalam juknis pemilihan guru berprestasi. Jika tidak ada Bapak/Ibu Guru bisa pinjam berkas/arsip portofolio teman guru yang sudah sertifikasi.

Tinggal isinya disesuaikan dengan kondisi/data Bapak/Ibu Guru sendiri.

Pembuatan portofolio usahakan dibuat sendiri agar datanya lebih akurat.

5.    Sering melakukan Tes tertulis


Tes tertulis dilaksanakan untuk penilaian unsur kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Dilaksanakan secara terpisah/sendiri-sendiri.

Bentuk soal terdiri atas : Pilihan ganda (a,b,c,d dan e), jawaban singkan dan uraian/essay.

6.    Membuat Karya Tulis


Karya tulis di sini adalah hasil karya tulis dalam bentuk artikel pendidikan yang dimuat di media cetak/majalah baik berskala regional maupun nasional. Misalnya membuat artikel pendidikan di majalah “Derap Guru, koran Suara Merdeka, Wawasan” dan sebagainya.

7.    Mengikuti  Tes Wawancara dalam uji kompetensi guru


Tes wawancara meliputi kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional.

Soal setiap juri berbeda-beda tergantung kebutuhan, pada umumnya hanya 2 sampai 3 soal. Juri mempunyai kewenangan seluas-luasnya untuk mengembangkan pertanyaan dan tidak dapat diganggu gugat.

8.    Melakukan Persiapan Alat dalam pengajaran


Pada saat hari “H” pemilihan guru berprestasi kelengkapan alat sangat membantu kinerja peserta guru berprestasi. Perlengkapan yang kurang akan mempengaruhi cara kerja, waktu dan tenaga.

Sehingga pemanfaatan waktu menjadi kurang efektif dan efisien.

Perlengkapan apa sajakah yang harus dipersiapkan? Dalam pemilihan guru berprestasi pengadaan laptop mutlak diperlukan. Panitia biasanya hanya menyediakan lcd proyektor, peserta membawa laptop sendiri-sendiri.

Flashdisc merupakan media penyimpanan data sebagai cadangan dan trafel data. Ukuran 1 Gygabyte sudah mencukupi.

Pemilihan Guru Berprestasi menciptakan figur guru profesional dan bermartabat.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, bukan karena ingin menggurui tetapi ingin sedikit berbagi.

Mudah-mudahan niat saya untuk berbagi ini membawa manfaat bagi Bapak/Ibu guru semua. Pertanyaan, komentar, kritik dan saran membangun amat membantu saya.

TERIMAKASIH