KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA SAHABAT KEDUA ORANG TUA KITA
Dalam kita menjalani kehidupan kita tidak pernah lepas dengan yang namanya sahabat. Termasuk kedua orang tua kita juga memiliki yang namanya sahabat. Lah ini bagaimana toh yang seharusnya kita lakukan kepada sahabt kedua orang tua kita ??

Rasulullah SAW memberikan banyak tuntunan kepada kita yang antara lain :
  •     Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma bahawasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya suatu kebaktian yang terbesar kebaktiannya ialah jikalau seseorang itu menghubungi yakni mempererat hubungan kepada kekasih ayahnya."
  •     Dari Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma bahwasanya ada seorang lelaki dari golongan A'rab -golongan Arab yang berdiam di pedalaman - bertemu dengannya di suatu jalanan Makkah, lalu Abdullah bin Umar mengucapkan salam padanya dan dibawanya menaiki keledai yang dinaikinya sendiri,juga orang itu diberi sorban yang melilit di kepalanya. Ibnu Dinar berkata: "Kita berkata kepadanya: "Semoga Allah memberikan kebaikan padamu, sesungguhnya itu adalah orang A'rab dan orang-orang A'rab itu rela dengan apa- apa yang remeh." Lalu Abdullah bin Umar menjawab: "Sesungguhnya ayahnya orang ini adalah kecintaan Umar bin Al khaththab ayahnya sendiri r.a., sedangkan saya pernah mendengar Rasulullah s.a.w.    bersabda: “Sesungguh-nya kebaktian yang terbesar kebaktiannya ialah jikalau seseorang itu menghubungi - mempereratkan hubungan - kepada kekasih ayahnya."
  •     Dalam riwayat lain dari Ibnu Dinar dari !bnu Umar radhiallahu anhum, bahawasanya ia keluar ke Makkah. Ia mempunyai seekor keldai dan mengasuhkan diri sambil naik di atasnya, jikalau ia sudah bosan naik unta. Ia juga mempunyai sorban yang diikatkan pada kepalanya. Pada suatu hari ketika ia menaiki keldainya, tiba-tiba berlalulah di mukanya itu seorang A'rab, kemudian ia bertanya: 'Bukankah anda itu si Fulan anak si Fulan itu?" Ia menjawab: 'Benar." Orang itu lalu diberi olehnya keldai dan berkata: "Naikilah ini." Juga diberi selembar sorban dan berkata: "Ikatlah kepalamu dengan sorban ini." Sebagian sahabat Abdullah bin Umar lalu berkata: "Semoga Allah mengampuni  untukmu. Engkau telah memberikan kepada    orang A'rab ini seekor keledai yang engkau gunakan    untuk mengistirahatkan diri, juga engkau beri selembar sorban yang engkau ikatkan di kepalamu," Abdullah lalu menjawab: "Sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya tergolong sebesar-besar kebaktian ialah jikalau seseorang itu menghubungi - mempereratkan hubungan - kepada kekasih ayahnya, setelah ayahnya itu meninggal dunia." Sesungguhnya ayahnya orang A'rab itu adalah sahabat dari Umar r.a. - yakni ayahnya Abdullah. Yang meriwayatkan semua Hadis-hadis di atas itu adalah Imam Muslim.
  •     Dari Abu Usaid - dengan dhammahnya hamzah dan fathahnya sin - iaitu Malik bin Rabi'ah as-Sa'idi r.a., katanya: "Pada suatu ketika kita semua duduk-duduk di sisi Rasulullah s.a.w., tiba-tiba datanglah kepadanya seorang lelaki dari Bani Salamah. Orang itu bertanya:  "Ya  Rasulullah,  apakah  masih  ada  sesuatu  amalan  yang  dapat  saya  amalkan sebagai kebaktian saya kepada dua orang tuaku setelah keduanya meninggal dunia?" Beliau s.a.w.    menjawab: "Ya, masih ada. Yaitu mendoakan keselamatan untuk keduanya, memohonkan pengampunan kepadanya, melaksanakan janji kedua orang  itu   setelah wafatnya, mempereratkan hubungan kekeluargaan  yang  tidak  dapat  dihubungi  kecuali dengan adanya kedua orang tua itu serta memuliakan sahabatnya." (Riwayat Abu Dawud)
  •     Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Saya tidak pernah cemburu kepada seseorang pun dari semua isteri-isteri Nabi s.a.w. sebagaimana cemburu saya kepada Khadijah, padahal    saya tidak pernah melihatnya sama sekali, tetapi Nabi s.a.w. memperbanyak menyebutkannya yakni sering-sering disebut-sebutkan kebaikannya. Kadang-kadang Nabi s.a.w. menyembelih kambing kemudian    memotong-motongnya seanggota demi seanggota, kemudian dikirimkanlah kepada kawan-kawan Khadijah itu. Kadang-kadang saya juga berkata kepada Nabi s.a.w. itu: "Seolah-olah tidak ada wanita lain di dunia ini melainkan Khadijah." Beliau s.a.w. lalu menjawab: "Sesungguhnya keadaannya adalah sebagaimana yang ada itu dan memang dari dialah saya mendapatkan anak." (Muttafaq 'alaih)
  •     Dalam riwayat lain disebutkan: "Beliau s.a.w. jika menyembelih kambing, lalu tentu menghadiahkan kepada kekasih- kekasih Khadijah dengan sebagian dari kambing itu, seberapa yang cukup untuk diberikan." Dalam riwayat lain lagi disebutkan "Rasulullah s.a.w. jikalau menyembelih kambing, lalu bersabda: "Kirimkanlah yang ini kepada kawan-kawan Khadijah."
  •    Dari Anas bin Malik r.a., katanya: "Saya keluar bersama Jarir bin Abdullah Albajili r.a. dalam suatu bepergian. Jarir - yang usianya lebih tua dari Anas r.a. - selalu melayani saya, lalu saya berkata padanya: "Jangan berbuat demikian itu - yakni melayani saya." Kemudian ia berkata:   "Sesungguhnya   saya   telah   melihat   kaum   Anshar   melakukan   sesuatu   untuk Rasulullah s.a.w., maka saya bersumpah tidak akan mengawani seorang pun dari kaum Anshar itu, melainkan saya akan melayaninya." 33 (Muttafaq 'alaih)


SYUKRON KATSIRON