Yaumul khoir ya shohibii..

Salam sejahtera bagi kita semua.
Kegembiraan adalah tujuan manusia hidup didunia, yaitu dengan menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Dengan begitu merek akan mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Disini kita akan membahas tentang hakikat kebahagiaan yang kita terima.

Bagaimana toh hakikat kebahagiaan seorang teman kita???

Allah Ta'ala berfirman:

"Maka    berikanlah    berita    gembira    kepada    bamba-hambaKu    yang    suka    mendengarkan
ucapan, lalu mengikuti mana yang sebaik-baiknya." (az-Zumar: 17-18) Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Tuhan mereka memberikan kegembiraan kepada mereka -yakni orang-orang yang beriman dan berjihad dengan memperoleh kerahmatan, keridhaan dan syurga daripadaNya; didalam syurga itu mereka mendapatkan kenikmatan yang abadi." (at-Taubah: 21) Allah Ta'ala berfirman lagi:
"Ketika malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah memberikan berita gembira padamu dengan kalimat dari Tuhan, yaitu kelahiran anak bernama al-Masih Isa anak Maryam sampai habisnya ayat. (ali-lmran: 45)

Adapun Hadis-hadisnya maka banyak sekali dan semuanya itu termasyhur dalam kitab Hadis shahih, di antaranya ialah:

1.    Dari Abu Ibrahim, dikatakan pula bahwa namanya ialah Abu Muhammad dan ada yang mengatakan Abu Mu'awiyah yaitu Abdullah bin Aufa radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah memberikan berita gembira kepada Khadijah - isterinya - dengan memperoleh sebuah rumah di dalam syurga yang terbuat dari mutiara berlobang. Di situ tidak ada teriakan apapun dan tidak pula ada kelelahan. (Muttafaq 'alaih)

2.    Dari Abu Musa al-Asy'ari r.a. bahwasanya ia berwudhu' di rumahnya kemudian keluar lalu berkata: "Niscayalah saya akan menetap bersama Rasulullah s.a.w. dan selalu berada di sisinya pada hari ini." la mendatangi masjid, lalu menanyakan perihal Nabi s.a.w. Orang-orang sama berkata: "Beliau menuju ke sana." Abu Musa berkata: "Saya lalu keluar mengikuti jejaknya sambil menanyakan perihal beliau, sehingga masuklah beliau ke perigi -atau sumur - Aris.

Saya duduk di sisi pintu sehingga Rasulullah s.a.w. menyelesaikan hajatnya dan berwudhu'. Selanjutnya saya berdiri menuju ke tempatnya, beliau di saat itu sudah duduk di atas perigi Aris dan berada di tengah-tengah dinding perigi tersebut.

Beliau membuka kedua betisnya dan melemberehkan keduanya itu di perigi. Saya lalu memberikan salam padanya, kemudian saya kembali terus duduk di sisi pintu. Saya berkata: "Benar-benar saya akan menjadi juru penjaga pintu Rasulullah s.a.w. pada hari ini."

Kemudian datanglah Abu Bakar r.a. lalu menolakkan pintu. Saya bertanya: "Siapakah ini?" la menjawab: "Abu Bakar." Saya berkata: "Tunggu sebentar." Sayapun pergilah lalu berkata:  "Ya  Rasulullah.  Ini  Abu  Bakar  datang  meminta  izin." Beliau  s.a.w.  menjawab: "Izinkan ia dan sampaikanlah berita gembira padanya bahwa ia akan memperoleh syurga." Saya menghadap kembali sehingga saya berkata kepada Abu Bakar: "Masuklah dan Rasulullah memberikan berita gembira pada anda bahwa anda akan memperoleh syurga." Abu Bakar lalu masuk, sehingga duduklah ia di sebelah kanan Nabi s.a.w. yakni berjajar dengannya di dinding perigi dan melemberehkan kedua kakinya di perigi itu. Saya telah meninggalkan saudaraku * yaitu Abu Burdah berwudhu' lalu menyusulku lagi. Saya berkata: "Jikalau Allah itu menghendaki kebaikan pada seseorang - yang dimaksudkan ialah saudaranya itu, maka Allah mendatangkannya - untuk dapat hadhir di tempat Nabi s.a.w. Tiba-tiba  ada  orang  lain lagi  yang  menggerak-gerakkan  pintu.  Saya  bertanya: "Siapakah ini?" la menjawab: "Umar bin al-Khaththab." Saya berkata: "Tunggu sebentar," lalu saya mendatangi Rasulullah s.a.w., memberikan salam padanya dan saya berkata: "Ini Umar datang meminta izin." Beliau s.a.w. bersabda: "Izinkanlah ia dan sampaikanlah berita gembira bahwa ia memperoleh syurga." Kemudian saya mendatangi Umar lalu berkata:

"Rasulullah s.a.w. mengizinkan. Masuklah dan Rasulullah s.a.w. menyampaikan berita gembira pada anda bahwa anda memperoleh syurga." Umar masuk lalu duduk bersama Rasulullah  s.a.w.  di  dinding  perigi  di sebelah  kirinya  dan  melemberehkan  pula kedua kakinya di perigi tadi. Seterusnya saja kembali lagi lalu duduk dan berkata: "Jikalau Allah menghendaki  kebaikan  pada  seseorang - yang  dimaksudkan  ialah saudaranya  itu,  maka Allah mendatangkannya - untuk dapat hadhir di tempat Nabi s.a.w. Seterusnya datang pula seorang lagi lalu menggerak-gerakkan pintu, saya berkata: "Siapakah  ini?"  la  menjawab: "Usman  bin Affan."  Saya  berkata:  "Tunggu sebentar."  Saya mendatangi Nabi s.a.w. lagi dan memberitahukan padanya kedatangan Usman. Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Izinkanlah ia dan sampaikanlah berita gembira padanya bahwa ia akan memperoleh syurga dengan mendapatkan beberapa bencana yang akan mengenai dirinya." Saya datang lalu berkata: "Masuklah dan Rasulullah s.a.w. menyampaikan berita gembira pada anda bahwa anda akan memperoleh syurga dengan adanya beberapa bencana yang akan mengenai anda." Usman masuklah dan didapatinya bahwa dinding perigi telah penuh. Maka dari itu ia duduk menghadap beliau-beliau - yang datang dulu itu - di tepi yang sebelah lainnya." Said bin alMusayyab berkata: "Kemudian saya mentakwilkan sedemikian itu akan makam-makam beliau-beliau - yakni  bahwa  Rasulullah s.a.w. beserta kedua sahabatnya yakni Abu Bakar dan Umar radhiallahu 'anhuma menjadi satu dalam sebuah tempat yaitu di bilik Sayyidah Aisyah radhiallahu 'anha." (Muttafaq 'alaih)


3.    Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Kitasemua duduk-duduk di sekitar Rasulullah s.a.w., beserta kita ada pula Abu Bakar dan Umar radhiallahu 'anhuma yakni dalam sekelompok sahabat. Kemudian Rasulullah s.a.w. berdiri dari hadapan kita lalu lambat benar kembalinya pada kita itu. Kita semua takut kalau-kalau mendapatkan suatu bencana tanpa sepengetahuan kita. Kitapun mulai takut lalu kita semua berdiri - untuk mencarinya. Sayalah pertama-tama orang yang merasa takut itu. Saya keluar mencari Rasulullah s.a.w. sehingga datanglah saya di suatu dinding pagar milik Bani Najjar. Saya berkeliling di sekitar dinding tadi, barangkali saya bisa mendapatkan pintunya, tetapi tidak saya temukan. Tiba-tiba di situ tampaklah suatu rabi' yang masuk ke tengah dari perigi yang ada di luar (rabi' iaiah selokan atau aliran air kecil).

Sayapun lalu menggali tanah kemudian masuk menemui Rasulullah s.a.w.  Beliau  s.a.w.  bersabda:  "Abu  Hurairah?" Saya  berkata:  "Ya,  benar  hai  Rasulullah." Beliau bertanya: "Ada apakah engkau ini?" Saya berkata: "Tadi Tuan berada di muka kita semua, lalu Tuan berdiri, kemudian Tuan amat lambat datang kembali pada kita. Kita takut kalau-kalau Tuan mendapat sesuatu bencana tanpa sepengetahuan kita. Sayalah pertama- tama orang yang merasa ketakutan itu. Karena itu saya mendatangi dinding ini lalu saya menggali tanah sebagaimana musang menggalinya. Orang-orang itu semua ada di belakang saya." Beliau s.a.w. lalu bersabda: "Hai Abu Hurairah," dan beliau memberikan dua buah terumpahnya, lalu bersabda lagi: "Pergilah dengan dua buah terumpahku ini. Maka barangsiapa yang engkau temui dari balik dinding ini yang menyaksikan bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dengan hati yang meyakinkan benar-benar akan hai itu, hendaklah engkau berikan berita gembira padanya bahwa orang tersebut akan memperoleh syurga."Selanjutnya Abu Hurairah menyebutkan Hadis ini selengkapnya yang panjang. (Riwayat Muslim)

4.    Dari  Abu  Syumasah, katanya:  "Kita  mendatangi  'Amr bin  al-'Ash r.a.  dan ia sedang dalam keadaan dihadhiri oleh kematian -yakni tidak lama lagi akan meninggal dunia. la menangis panjang -yakni lama sekali. Anaknya berkata: "Hai ayahku, bukankah Rasulullah s.a.w. telah menyampaikan berita gembira kepada anda, demikian. Bukankah Rasulullah s.a.w. telah menyampaikan beritagembira kepada anda, demikian." 'Amr lalu menghadapkan muka kepada anaknya itu, kemudian berkata: "Sesungguhnya seutamautama apa yang kami sediakan untuk pulang kembali ke alam akhirat - ialah bersyahadat bahwasanya tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwasanya Muhammad adalah
pesuruh. (Riwayat Muslim)

Semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmah dri pelajaran yang berharga diatas. dan menjadikan kita untuk lebih bertaqwa kepada Alllah SWT.

SYUKRON KATSIRON