5 LANGKAH MEMULIAKAN TAMU
Assalamualaikum Wr. Wb.

Sahabatku yang dimuliakan oleh Allah SWT. Dalam kehidupan sehari – hari kita, istilah silaturrahmi sudah tidak asing lagi bagi kita. Ada yang namanya tuan rumah yaitu sebagai pemilik rumah atau yang disilaturrahimi.

Dan ada pula tamu yaitu sebagai orang yang berkunjung. Ketika ada seseorang yang datang atau bertamu kepada kita hendaknya kita mengetahui apa saja toh yang harus kita lakukan terhadap tamu kita tersebut. Sekalipun tamu tersebut bukanlah orang yang kita harapkan atau bahkan musuh kita.

Namun kita dianjurkan untuk memuliakan tamu tersebut. Hal ini sudah diatur dalam firman Allah SWT dan Hadist Nabi Muhammad SAW.

Allah Ta'ala berfirman:

"Adakah sudah datang padamu ceritera tamu Ibrahim yang dimuliakan? Ketika mereka masuk kepada Ibrahim dan mengucapkan: "Salam - selamat." Ibrahim menjawab: "Salam," sedang dalam hatinya ia mengatakan: "Kaum - atau orang-orang - yang tidak dikenal." Kemudian ia dengan diam- diam pergi kepada ketuarganya, lalu datang dengan membawa daging anak sapi yang gemuk. Selanjutnya makanan itu dihidangkan kepada mereka, ia berkata: "Mengapa tidak engkau semua makan?" (adz-Dzariyat: 24)

Allah Ta'ala berfirman lagi:

"Dan kaumnya - Luth -  datang kepadanya dengan cepat-cepat, karena sejak dulu mereka melakukan perbuatan yang buruk. Luth berkata: "Hai kaumku, ini adalah anak-anakku perempuan, mereka lebih suci untukmu semua, maka bertaqwalah engkau semua kepada Allah dan janganlah engkau semua memberikan kehinaan padaku karena tamuku ini. Tidak adakah di antara engkau semua itu seorang lelaki yang bersikap baik?" (Hud: 78)

Adapun hadist yang mengatur tentang hal yang demikian yaitu :

 Dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang beriman   kepada   Allah   dan   hari   akhir,   maka   hendaklah   memuliakan   tamunya   dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah mempereratkan hubungan kekeluargaannya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah mengucapkan yang baik ataupun berdiam diri saja - kalau tidak dapat mengucapkan yang baik." (Muttafaq 'alaih)


Dari Abu Syuraih yaitu Khuwailid bin 'Amr al-Khuza'i r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya, yaitu jaizahnya." Para sahabat bertanya: "Apakah jaizahnya tamu itu, ya Rasulullah?" Beliau s.a.w. bersabda: "Yaitu pada siang hari dan malamnya. Menjamu tamu - yang disunnahkan secara muakkad atau sungguh-sungguh
- ialah selama tiga hari. Apabila lebih dari waktu sekian lamanya itu, maka hal itu adalah sebagai sedekah padanya." (Muttafaq 'alaih)

Dalam riwayat Muslim disebutkan: Nabi s.a.w. bersabda: "Tidak halal bagi seseorang Muslim jikalau bermukim di tempat saudaranya - sesama Muslim, sehingga ia menyebabkan jatuhnya saudara tadi dalam dosa." Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, bagaimanakah tamu dapat menyebabkan dosanya tuan rumah." Beliau s.a.w. bersabda: "Karena tamu itu berdiam di tempat saudaranya sedang tidak ada sesuatu yang dimiliki saudaranya tadi untuk jamuan tamunya itu," lalu tuan rumah mengumpat tamunya, melakukan dusta dan lain-lain.

Disini langkah – langkah yang bisa kita lakukan untuk memulikan tamu antara lain :

1.    Menyambut akan datangnya tamu dengan suka cita. Bukan malah merasa terbebani dengan kedatangan tamu tersebut.

2.    Mengajak bicara secara sopan dan bertutur kata halus. Agar tamu merasa bahagia dan senang. Karena senangnya tamu adalah ridho Allah akan mengalir dirumah tersebut.

3.    Memberikan hidangan atau jamuan yang ada didalam rumah. Namun yang diharapkan disini adalah yang ada. Bukan mengadakan yang tidak ada dan meniadakan yang ada.

4.    Memberikan pelayanan yang prima kepada tamu kita. Dalam artian ketika sang tamu membutuhkan bantuan kita maka kita berkeharusan membantunya.

5.    Mengantar tamu sampai kekendaraannya. Dengan memberikan senyuman kebahagiaan atas kedatangannya.

Semoga uraian diatas dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Dan menjadikan kita lebih bertaqwa kepada Allah SWT. Agar senantiasa mendapatkan ridhonya.


SYUKRON KATSIRON